PEMAKALAH UTAMA & PEMAKALAH NARASUMBER

1. PENEGAKAN HUKUM DI INDONESIA DAN PERGESERAN PERILAKU ATAU BUDAYA BERBAHASA INDONESIA DI ERA DISTRUPSI/COVID-19 (Tarmizi)

2. KEKUATAN BAHASA DALAM KEHIDUPAN SOSIAL (Dardanila)

3. PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN POWTOON PADA PEMBELAJARAN DARING BAHASA INDONESIA DI SMP MUHAMMADIYAH 01 MEDAN (Enny Rahayu, Mutia Febriyana, Halimah Tussa’diah)

4. REFLEKSI JATI DIRI MELAYU DALAM PUISI-PUISI KARYA TENGKU AMIR HAMZAH (Lela Erwany)

5. SEMANGAT KEBANGSAAN MELALUI NOVEL MANUSIA BEBAS KARYA SUWARSIH DJOJOPUSPITO (Rosliani)

6. IDENTITAS WILLEM ISKANDER DALAM PERSPEKTIF PASCAKOLONIAL (Muharrina Harahap, Faruk, Aprinus Salam)

 

PEMAKALAH PENDAMPING

7. PANDEMI COVID -19 SEBAGAI LEGITIMASI BAHASA KEKUASAAN BAGI KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DALAM KOMUNIKASI INSTRUMENTAL (Deny Setya Bagus Yuherawan, Rocky Marbun)

8. PERLINDUNGAN HUKUM SEBAGAI INSTRUMEN PENJAGA MURUAH BANGSA INDONESIA (Nizam Zakka Arrizal)

9. BAHASA INDONESIA SEBAGAI PENGHELA BAHASA HUKUM, FOLKLOR SEBAGAI WAHANA MORAL DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER (Rosmawaty)

10. MURUAH BANGSA DALAM BINGKAI PENYIMPANGAN TUTURAN ASERTIF BAHASA INDONESIA PENDERITA SKIZOFRENIA TIPE KATATONIK DENGAN GEJALA PERSEREVERASI (Gustianingsih, Dwi Widayati, Ali)

11. KESANTUNAN BAHASA PADA MEDIA ONLINE DIMASA COVID-19 BAHASA INDONESIA DIJUNJUNG (Yusni Khairul Amri, Dian Marisha Putri)

12. INTERTEXTUAL TEXT VERBAL AND VISUAL TEXT (MULTIMODAL PERSPECTIVE) (Malan Lubis)

13. PERFORMANSI, TEKS, KONTEKS, DAN KOTEKS DALAM TARI ULA-ULA LEMBING PADA MASYARAKAT MELAYU TAMIANG (Tengku Winona Emelia)

14. SUARA ALAM PADA ANTOLOGI PUISI GURU TENTANG SEBUAH BUKU DAN RAHASIA ILMU DALAM RUMAH SENI ASNUR (PENDEKATAN EKOLOGI SASTRA) (Elly Prihasti Wuriyani, Maryanti Pasaribu)

15. KEBIJAKAN MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA SEBAGAI MATA PELAJARAN WAJIB DAN PILIHAN DALAM KURIKULUM SEKOLAH TINGGI DI NEW SOUTH WALES (Aninditya Sri Nugraheni)

16. LANSKAP LINGUISTIK SATUAN PENDIDIKAN KERJA SAMA (SPK) DI JAKARTA POTRET LEMAHNYA MURUAH BAHASA INDONESIA (Hidayat Widiyanto)

17. MENYELISIK PENULISAN PAPAN NAMA BANGUNAN DAN KAWASAN DI PROVINSI BANTEN: UPAYA PEMARTABATAN BAHASA DI RUANG PUBLIK (Ninawati Syahrul)

18. KOHERENSI PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA DALAM PROSES HUMANISASI MAHASISWA (Oktaviandi Bertua Perdede)

19. MAKNA FRASA IDIOMATIK DAN NILAI PENDIDIKAN DALAM NOVEL AYAH KARYA ANDREA HIRATA (Shalman Al Farisy Lubis, Achmad Yuhdi)

20. KAJIAN LINGUISTIK FORENSIK KOMENTAR NETIZEN TERHADAP YOUTUBER INDIRA KALISTRA (Jahdiah)

21. MENEROKA SASTRA LISAN PAKPAK: PENDEKATAN HISTORIS (Nurelide)

22. STRATEGI PEMERTAHANAN SASTRA LOKAL DALAM UPAYA MEREKATKAN KEBHINEKAAN DI TAPANULI TENGAH (Suyadi)

23. CERITA RAKYAT JAMBI SEBAGAI CERMINAN KARAKTER BANGSA (Elva Yusanti

24. PENGANTAR TIDUR DAN PERMAINAN ANAK SEBAGAI SALAH SATU SUMBER PENDIDIKAN KARAKTER AWAL ANAK BANGSA (Rissari Yayuk)

25. RESEPSI SASTRA NOVEL RINDU KARYA TERE LIYE (Basuki Sarwo Edi)

26. DEIKSIS DALAM CERPEN PEREMPUAN YANG PURA-PURA BERCERAI (Hera Chairunisa, Siti Aisah)

27. BAHASA VERBAL KASUS “PELAKOR” DI DALAM RUMAH TANGGA TINJAUAN LINGUISTIK FORENSIK (Ita Khairani)

28. PEMARTABATAN BAHASA INDONESIA BERBASIS KONTEKS DALAM HARIAN SILAMPARI (Linny Oktovianny)

29. PEMETAAN SASTRA LISAN KALIMANTAN BARAT MURUAH SASTRA INDONESIA (Musfeptial)

30. PERAN DALIHAN NATOLU DALAM MEMECAHKAN PERMASALAHAN YANG ADA DALAM MASYARAKAT TAPANULI BAGIAN SELATAN (Nikmah Sari Hasibuan, Wendi Saputra)

31. BERKURANGNYA MURUAH BAHASA INDONESIA DI NEGERI SENDIRI DAN TAWARAN CARA MENGATASINYA (Dra. Nurhayati Harahap, M. Hum)

32. POTENSI KOSAKATA DAERAH KALIMANTAN TIMUR SEBAGAI ‘WARGA’ BAHASA INDONESIA: UPAYA MEMPERKOKOH MURUAH BAHASA DAN BANGSA (Nurul Masfufah)

33. “MENGUSIR BUDAYA MALU” BERANI BERBAHASA: SALAH BUKANLAH DOSA DI PONDOK MODERN GONTOR (Rizki Amalia Sholihah)

34. TIDAK TAAT AZAS DALAM PEMBENTUKAN AKRONIM BAHASA INDONESIA (Susy Deliani)

35. PATRIOTISME LITERAL DALAM BUKU ANTOLOGI BANGGA MENJADI GURU LITERAT (Maya Fasindah)

LAMPIRAN