Pembelajaran

Sebelum periode perkuliahan dimulai, terlebih dahulu ditetapkan jadwal perkuliahan, beban SKS bagi para mahasiswa, dosen wali/ PA, dosen pengajar, absensi, dan lainnya yang dibutuhkan, yang sesuai dengan kalender akademik, melalui Rapat Kerja Universitas berdasarkan usulan dari Fakultas. Proses pelaksanaan kegiatan pengkajian dan pengembangan sistem dan mutu pembelajaran dilaksanakan pada Satuan Kerja Fakultas. Dalam pelaksanaannya kegiatan pembelajaran dikoordinir oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Ketua Program Studi untuk mengetahui kuantitas/ frekuensi kehadiran dosen maupun mahasiswa. Sistem pembelajaran yang dilakukan adalah dengan metode tatap muka, diskusi, dan beberapa mata kuliah dengan responsi dan tugas-tugas terstruktur maupun tidak terstruktur. Untuk mencapai relevansi mata kuliah yang diajarkan, maka dosen wajib mengacu pada GBPP/ SAP yang telah dibuat.

Dalam menciptakan suasana akademik antara dosen dan mahasiswa, maka dalam proses belajar mengajar jumlah pertemuan dalam perkuliahan minimal sebanyak 12 (dua belas) kali pertemuan yang disesuaikan dengan jumlah SKS masing-masing mata kuliah. Dosen mengajar sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, apabila berhalangan wajib menggantikannya pada hari yang lain. Penyampaian materi dilakukan dengan bantuan peralatan TIK seperti LCD Projector, dan bila jumlah pesertanya banyak, seperti kuliah umum dibantu dengan alat pengeras suara (sound system).

Kegiatan belajar mahasiswa dipacu dengan tugas-tugas terstruktur maupun tidak terstruktur dan didukung dengan kegiatan seminar, diskusi, maupun kunjungan-kunjungan studi. Kegiatan belajar juga dipacu dalam upaya perolehan beasiswa dari berbagai sumber seperti Kemdristekdikti, dan lembaga-lembaga lainnya baik pemerintah maupun swasta. Keterlibatan mahasiswa dalam proses belajar dinilai cukup aktif, tugas-tugas dikumpul/ diserahkan tepat waktu, kehadiran serta interaksi antara mahasiswa dan dosen berjalan dengan baik, yang menghasilkan capaian pembelajaran yang sesuai dengan tujuan kurikulum dan lulusan yang mampu berpikir kritis, bereksplorasi, bereksperimen, dan memiliki integritas. Hal tersebut terlihat dari diskusi-diskusi dan pertemuan sehari-hari baik secara formal maupun informal. Kemampuan belajar mandiri, nilai, motivasi dan sikap mahasiswa Universitas Amir Hamzah, dapat dilihat dalam tugas-tugas yang mereka selesaikan. Sebagian mahasiswa dapat menyelesaikan tugas-tugas dengan baik, hal ini didukung oleh motivasi mereka yang tinggi untuk menyelesaikan tugas, sehingga mendapatkan nilai akhir yang baik. Beberapa mahasiswa yang kurang termotivasi menunjukkan sikap kurang serius dalam menyelesaikan tugas, asistensi kurang aktif dan penyerahan tugas juga tidak dengan jadwal waktu yang telah ditentukan, dan ini berakibat kepada pencapaian nilai akhir yang minimal atau kurang baik.

Pada dasarnya proses pembelajaran dapat berlangsung dengan baik bila seluruh mekanisme peraturan akademik dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan didukung oleh Dosen yang berkualitas, serta sistem penilaian yang objektif. Oleh karena itu proses pembelajaran tersebut berlangsung secara terus menerus dan mahasiswa juga didorong untuk memiliki kemandirian dalam proses belajar, yang pada akhirnya tercipta suasana akademik yang kompetitif.