Kepemimpinan

SISTEM KEPEMIMPINANPola kepemimpinan Universitas Amir Hamzah merupakan sebuah proses yang sistemik dengan memperhatikan input – process – output dan Outcome. Pada aras system tersebut, maka sejumlah sumberdaya yang dimiliki Unham meliputi hardware, software, dan brainware terus didorong untuk digunakan secara optimal dalam mendukung pencapaian Visi – Misi – Tujuan – Sasaran Organisasi. Kepemimpinan pada UNHAM telah mampu memprediksi masa depan, dan memiliki karakteristik kepemimpinan operasional, kepemimpinan organisasi, dan karakter kepemimpinan publik. Kepemimpinan operasional berkaitan dengan kemampuan menjabarkan visi, misi ke dalam kegiatan operasional universitas secara keseluruhan. Kepemimpinan organisasi berkaitan dengan pemahaman tata kerja antar unit dalam organisasi perguruan tinggi. Kepemimpinan publik berkaitan dengan kemampuan menjalin kerjasama dan menjadi rujukan bagi publik. Sistem kepemimpinan dan pengalihan serta akuntabilitas pelaksanaan tugas sudah diatur secara tertulis dalam Statuta Unham dan Ortaker Unham serta ketetapan Rektor Universitas Amir Hamzah untuk yang terkait dengan Struktur Organisasi dan Organisasi & Tata Kerja pada Satuan Kerja/Unit Kerja dilingkungan UNHAM.
_______________________________________________________________________
EFEKTIVITASEfektifitas kepemimpinan Unham didukung oleh garis perintah yang jelas, seperti telah diatur dalam Statuta dan Organisasi dan Tata Kerja ( ORTAKER ) Unham sebagai salah satu dokumen tata pamong Unham. Dokumen tersebut memastikan bahwa implementasi kepemimpinan memiliki alur yang jelas dari hulu ke hilir, sehingga beban kepemimpinan dan tata kelola dapat didistribusikan secara merata berdasarkan tingkat otoritas elemen kepemimpinan sesuai dengan aturan yang berlaku. Oleh karena itu, jika karena satu dan lain hal salah satu elemen pada level kepemimpinan tertentu tidak menjalankan tugas tertentu, maka beban tugas tersebut dapat dialihkan kepada elemen kepemimpinan yang setara atau dibawahnya. Alur kepemimpinan dari hulu ke hilir tersebut sekaligus menggambarkan alur pertanggungjawaban, walaupun alur pertanggungjawaban tersebut dimulai dari hilir ke hulu atau level kepemimpinan dari bawah ke level puncak. Secara umum pengalihan (deputizing) dalam praktik kepemimpinan di Unham selama ini dapat dikatakan cukup berjalan efektif dan mencerminkan proses yang sistemik yaitu input-proses-output. Input dalam hal ini berupa kebijakan atau informasi yang dapat diproses melalui eksekusi oleh elemen-elemen yang relevan baik secara langsung maupun melalui mekanisme delegasi wewenang, sesuai dengan tugas pokok dan fungsi jabatan organisasi, sebagaimana ketentuan Organisasi dan Tata Kerja serta Struktur / Bagan Organisasi Universitas Amir Hamzah. Hasil eksekusi (output) kemudian dilaporkan kembali kepada elemen pemberi wewenang, begitu seterusnya secara berkelanjutan sesuai dengan garis perintah maupun garis koordinasi, sebagaimana SK Yayasan Universitas Tengku Amir Hamzah Nomor 002/Yay-Unham/II/PER-OTK/2016 tentang Peraturan Organisasi dan Tata Kerja Universitas Amir Hamzah serta SK Rektor Unham nomor 42A/RUnham/SK/II/2016 tentang Susunan Organisasi Universitas Amir Hamzah, SK Rektor Unham nomor 42B/R-Unham./SK/II/2016 tentang Kedudukan, Wewenang, Tugas Pokok dan Fungsi Rektor, Wakil Rektor, Biro/Lembaga/Pusat/Unit Pelaksana Teknis Universitas Amir Hamzah, SK Rektor Unham nomor 42C/R-Unham/SK/II/2016 tentang Kedudukan, Wewenang, Tugas Pokok dan Fungsi dan Organisasi Fakultas di Lingkungan Universitas Amir Hamzah, dan SOP Sistem Tata Pamong UniversitasAmir Hamzah, dan SK Rektor Unham nomor 42C/R-Unham/SK/II/2016 tentang Kedudukan, Wewenang, Tugas Pokok dan Fungsi Senat Universitas dan Senat Fakultas.